Alun – alun Bandung; Rumputnya Sintesis, tapi Betul-betul Geulis

Rhazes memang istimewa menurut saya. Di usia satu tahunnya, dia memang belum banyak memperlihatkan adanya perkembangan motorik yg seharusnya sudah dikuasai. Bahkan jika melihat fase perkembangan motorik sesuai dengan usia di berbagai teori, seharusnya ia sudah belajar berdiri dan berjalan mungkin ya. (Nulis tapi ngga lihat referensi ya gini ini. Cuma ngangen2😔😅).

Anakku di usia satu tahun, ia masih asyik dengan merangkak. Jangan kan berjalan, berdiri menegakkan satu kaki saja dia masih enggan. Ada yang bilang karena kurang stimulus, ada yang bilang karena kurang eksplore. Mungkin ada benarnya sehingga saya memutuskan untuk mencoba membawanya di tempat yang lapang dan punya banyak macam tekstur permukaan. Tujuan saya agar anak saya bisa mengenal dan mau mengeksplore lebih jauh. Syukur syukur ia mau belajar berdiri dan titah (berjalan dengan dipegangi)😅

Kebetulan Saya dan Suami berkesempatan untuk liburan ke Bandung. Sama sekali tidak terbersit untuk menuju alun-alun Bandung. Namun rupanya kami tiba di Bandung masih terlalu pagi, sehingga masih banyak waktu sebelum bisa chek in hotel. Kami memutuskan untuk mencoba pergi ke alun alun bandung sebelum ngemall (lagi lagi mall😅).

Turun dari taxi online, pertama kali saya melihat penampakan alun alun kota bandung ini, saya betul betul takjub. Kenapa? Karena siapapun yang sedang berada di alun alun tersebut, harus melepas alas kakinya untuk bisa berjalan di atas rumput alun alun. Bukan sampai di situ saja, bahkan ada yg tidur-tiduran sambil ber swa foto, tidur beneran dengan posisi terlentang, ada yg sedang foto prewedding, ada yg sedang main bola plastik dengan putranya. Betul betul destinasi ngemong yang aman dan menyenangkan (pikiran emak emak mesti ngemong yaaa😅)

Jadi alun alun bandung ini seperti masjid. Alas kaki harus dilepas, dan di seluruh areanya semua orang bisa melakukan apa saja kecuali makan. Tidak boleh untuk piknik (ini ada papan larangannya ya, bahkan jika ketahuan akan didenda sekian ratus ribu👏). Namun anehnya, masih banyak pedagang makanan dan minuman di sekeliling alun alun yang menjajakan dagangannya. Saya juga heran apakah mereka legal atau bagaimana, sehingga mereka bisa biasa saja menawarkan makanan dan minumannya pada setiap pengunjung yang datang (namanya juga pedagang ya😅)

Dan yang paling amazing adalah ekspresi Rhazes yg kegirangan ketika saya turunkan dia dari gendongan. Dia sangat bahagia, bahkan tidak takut untuk merangkak lebih jauh, lebih jauh lagi dari kami orang tuanya. Dia betul betul bahagia sehingga merangkak cepat sekali dan tertawa lepas selama itu. Mengejar anak anak yang bermain bola, merangkak cepat menjangkau area alun alun dg lebih luas. Saya pun berlarian mengejar dia. Bahkan beberapa kali tersungkur tidak membuatnya menyudahi keseruannya merangkak🤣

Betapa kami sebagai orang tuanya ikut bahagia. Dia yang tadinya betul betul enggan menyentuh tekstur rerumputan, di alun alun Bandung ini justru ia tidak mau digendong. Dan semua orang nampak tidak ada yang terganggu dengan aktifitas orang lain di sekitarnya. Mungkin sudah biasa ya, banyak anak kecil berlarian di sana, dengan orang tuanya yg sibuk mengabadikan aktifitas mereka. Ada banyak remaja yang cangkrukan dan berswa foto atau membuat konten video, dan mereka semua asyik dengan aktifitasnya. Tidak mengganggu ataupun terganggu dengan aktifitas yang lainnya.

Saya sebagai orang yang tidak berdomisili di Bandung, kesan pertama untuk alun alunnya di tengah kota, adalah sangat takjub. Lokasinya yang sangat strategis di tengah kota, mudah dijangkau kendaraan, hemat, dan sangat menyenangkan. Tempatnya sungguh cozy untuk sekedar ngemong anak atau menghabiskan waktu dg teman, sahabat, intinya sih sangan merakyat dan kece abis buat konkow konkow😁 Rumputnya aman, tidak melukai kulit walapun sering jatuh di rerumputan itu. Warnanya sangat cantik dari lensa kamera, dan gratiss tiss tidak dipungut biaya apapun ketika mengunjunginya.

Terimakasih Bandung. Pengalaman pertama pergi liburan bawa2 anak ke Bandung, betul betul memberikan kesan tidak terlupakan. Terimakasih telah membuat anak saya bahagia. Apalagi saya dan suami sangat bangga melihat putra kami mau banyak mengesplore lingkungan ketika di sana. Itulah alun alun bandung yang geluis dan membuat bahagia. Solo kapan ya, punya ini..hehehehe

Rhazes, dikejar Baba🤣

3 pemikiran pada “Alun – alun Bandung; Rumputnya Sintesis, tapi Betul-betul Geulis

  1. Baru baca Dan lihat ini mbk. Ini disebut apa mbk? Blog atau apa? Ajari dunk mbk, bikin beginian. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *