Alat Tempur Wajib; ( a review of) Minyak Balur *Kutus-Kutus*

Halo Ayah, halo Bunda. Apakabar?? Mudah2an kita semua selalu dalam lindungan Gusti Alloh ya. Sehat sehat semua,,dan tetap penuh syukur agar terus bahagia. Aamiin. Kali ini saya pengen bahas tentang minyak balur, yang selama ini sudah jadi andalan saya. Pokok ini jadi barang wajib yang ga boleh ketinggalan di daftar list barang bawaan, setelah baju ganti Rhazes, tisu basah, dan alat make up Umma😅🤣

Kami adalah keluarga kecil yg punya mobilitas tinggi (yaelah bahasa gw..mobilitaaassss))🤣🤣. Bagaimana tidak. Uti Rhazes berdomisili di Lumajang. Niniknya ada di Kota Blitar, dan kami berdomisili di Kota Surakarta. Pikir kami, mumpung Rhazes masih belum sekolah, masih banyak waktu untuk kami bisa mengunjungi Ninik dan Uti selagi ada kesempatan (yang memang diada-adakan)😁.

Ketika kami harus menempuh perjalanan Jateng-Jatim, apalagi satu bulan bisa 2 sampai 3 kali, bisa dibayangkan bukan, bagaimana riwehnya bongkar pasang koper dan barang bawaan yg lain. Kami menikmati ini, dan kami mensiasati harus membuat list barang bawaan yg akan dibawa, di setiap agenda perjalanan yang akan kami lakukan. Dengan cara ini, kami meminimalisir adanya barang ketinggalan, sekalipun cuma charger ataupun sikat gigi Rhazes. Tapi yang tidak pernah alpa dari list batang bawaan kami, selalu dan pasti ada yaitu adalah minyak kutus – kutus.

Minyak kutus kutus ini dikemas dalam botol 100ml berwarna hitam terang (emang hitam gelap, ada?😅). Hitam terang maksud saya transparan sehingga kita bisa melihat tinggi rendahnya permukaan minyak yang ada di dalamnya. Minyaknya berwarna kuning jernih, seperti minyak goreng, berbau rempah rempah (menurut saya) yang sangat khas. Saya sih suka dengan baunya ya, tidak terlalu menyengat apalagi jika sudah terbiasa. Kekentalan minyaknya sangat pas digunakan sebagai minyak urut atau minyak balur, apalagi ketika saya pakaikan untuk membalur di sekujur tubuh Rhazes.

Ketika diaplikasikan, tidak akan terasa panas ataupun clekit clekit (bahasa Indonesianya apa ya) di kulit. Jadi sangat cocok untuk bayi. Kalau saya pakai untuk saya sendiri tidak terasa hangat, jadi rasanya seperti tidak memakai minyak balur apapun. Mungkin di tubuh bayi (Rhazes make ini sejak bayi sampai sekarang) terasa hangat nan pas ya. Saya bukan orang farmasi apalagi apoteker yang faham tentang kandungan masing-masing bahan herbal seperti yang tertulis dalam kemasannya. Yang saya rasakan, Rhazes jadi anteng bobonya setelah saya balurkan minyak ini di punggung, dada, perut, kaki, tangan, dan saya usap – usapkan di telinganya. Ada cara pakainya juga kok Ayah, Ibu. Jadi tidak perlu hawatir harus pakai ilmu pengawuran untuk menggunakan minyak ini.

Minyak yang diproduksi oleh PT kutus kutus herbal, Bali, Indonesia ini dilengkapi dengan tombol spray juga. Jadi kita ngga perlu takut kebanyakan ataupun tumpah waktu akan menggunakannya. Kalaupun minyaknya diletakkan dalam tas, mau jungkir balik juga Alhamdulillah yang saya alami selama ini selalu aman. Tidak pernah tumpah ataupun ndeler (ini semacam konotasi mbeleber, tapi untuk benda cair🤣😅✌) ke mana-mana. Khasiatnya banyak, tertulis dalam kemasannya juga.

Saya tidak pernah khawatir mengajak Rhazes bepergian ke manapun. Jika sudah sampai di tujuan, setelah memandikan Rhazes, hal yang akan saya lakukan adalah membalurkan minyak kutus-kutus. Alhamdulillah, biidznillah no rewel no drama, pules. Dulu pernah juga Rhazes terjatuh, tersungkur waktu mandi di kamar mandi, dengan posisi murep (dia mandinya duduk di kursi kecil, tidak pernah mandi nyemplung bak mandi bayi sejak bayi). Alhasil wajahnya yang pertama kali terbentur lantai, dan bibir atasnya sempat terbentur pinggiran toilet😔😭. Saya yang kaget sontak langsung mengangkat dia yang menangis histeris, dan saya syok melihat darah mengalir deras dari bawah hidungnya. Saya yang panik luar biasa langsung saja membersihkan darahnya dengan air. Dengan keadaan Rhazes yang menangis meraung raung, saya makin bingung dan langsung mengambil handuk dan saya bersihkan pelan pelan dengan handuk. Tapi darah masih saja keluar yang baru terlihat berasal dari bibir atas Rhazes yang ternyata sedikit robek😭 (nulis ini, rasanya masih jelas sekali gimana hectic nya saya kala itu). Saya yang tidak tahu harus bagaimana, setelah memakaikan diapers, hanya bisa menggendong menenangkannya, selama 15 menit baru dia mau berhenti menangis (mungkin kelelahan) dan tertidur di gendongan saya. Karena pergi ke dokter juga harus ganti baju, maka pikir saya coba dikasi pertolongan pertama dulu. Hanya kutus kutus yang ada di pikiran saya kala itu. Saya tidurkan Rhazes pelan-pelan, dan kemudian saya balurkan seluruh tubuhnya dengan minyak tsb, dan saya pakaikan baju. Luka di bibirnya masih mengeluarkan darah. Maka saya juga memberikan kutus kutus di luka tersebut, sangat pelan. Ekstra pelan karena Rhazes masih tertidur dengan sesekali terisak isak dan mudah kaget, kaya efek moro pas bayi dulu😭 .

Sore menjelang maghrib itu benar benar tidak terpikirkan obat apapun selain terus menyusui Rhazes dan terus membalurkan kutus kutus. Alhamdulillah biidznillah..beberapa saat Rhazes bisa tidur dengan pulas, dan setelah maghrib terlihat darah sudah sedikit mnggumpal di bibirnya. Tidak merembes lagi. Entah berapa kali saya oles kutus kutus di bibir Rhazes. Tidak pernah menunggu kering, tapi saya oles pelan-pelan lagi dan lagi. Saya sangat bersyukur, dia tetap mau menyusu dan tidak rewel walaupun dengan kondisi bibir yang sedikit robek dan memar. Ini yang jadi alasan kenapa saya tidak membawanya ke dokter. Esok harinya, dia sudah tertawa kembali. Bibirnya masih luka. Tapi dia tidak menangis lagi ketika bibirnya saya sentuh atau tersentuh oleh dirinya sendiri. Kalau melihat letaknya, sangat mungkin Rhazes juga menjilat bahkan menelan minyak ini. Tapi saya tidak pernah bersengaja agar Rhazes meminum minyak ini. Tapi Alhamdulillah sejauh ini anak saya baik baik saja.

Entah sudah botol ke berapa saya beli kutus kutus. Saya beli di offline store yang kebetulan tersedia di salah satu minimarket di Solo. Jika khawatir dengan keasliannya (sudah banyak beredar yg palsu juga😔), direkomendasikan untuk beli di agen kutus kutus yang sudah terdaftar. Coba saja browsing (ada situs resmi kutus kutus), cari yang terdekat saja. Kalau di Blitar, ada teman yang kebetulan jadi agen kutus kutus juga. Harganya relatif sama ya..karena minyak ini memang diedarkan dg harga sekitar Rp230.000 an di seluruh Indonesia.

Oiya..ini saya jadikan amunisi untuk imunisasi Rhazes juga. Ketika tiba waktunya imunisasi, setelah disuntik, sesampainya di rumah saya akan membalurkan minyak ini di sekitar area bekas suntikan imunisasi. Bukan di bekas luka suntikannya ya..soalnya ada beberapa tipe imunisasi yang memang tidak boleh diapa apain (kata bidannya). Saya juga kurang paham, diapa2in itu maksudnya bagaimana. Alhamdulillah yang saya rasakan minim drama, minim demam, dan relatif anteng.. no rewel rewel no drama malam harinya.

Untuk saya sendiri dan Baba Rhazes, juga memakai ini untuk kami gunakan memijit badan yang pegel pegel. Tapi karena lebih sering eman eman, karena ini buat Rhazes, jadi kami memakai ini jika sedang sangat sangat membutuhkan saja. Hahahaha.. (bilang saja mau ngeles menghemat minyaknya)🤣. Ini saya share pengalaman saya dalam menggunakan kutus kutus kurleb 2 tahun ini ya Yah, Bun. Saya percaya Ayah Bunda pasti punya cara yang berbeda beda juga dalam memberikan treatmen kepada buah hati masing masing. Kalau ada efek yang berbeda, berarti memang kondisi kita tidak bisa disamaratakan ya Yah, ya Bun😘

Sekian dulu hari ini, sampai jumpa di tulisan berikutnya. Salam bahagia, Ummu Rhazes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *